Jumlah Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurut Status Pekerjaan Tahun 2025

Pada Tahun 2025, tercatat 168 korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Yogyakarta yang terdiri dari 22 laki-laki dan 146 perempuan. Berdasarkan status pekerjaan, mayoritas korban merupakan perempuan yang tidak bekerja sebanyak 96 orang, diikuti perempuan yang bekerja sebanyak 49 orang, laki-laki yang tidak bekerja sebanyak 22 orang, dan laki-laki yang bekerja sebanyak 1 orang. Jumlah korban tertinggi terdapat di Kemantren Umbulharjo sebanyak 33 korban, diikuti Tegalrejo dan Kraton masing-masing sebanyak 20 dan 19 korban. Data ini menunjukkan bahwa korban kekerasan didominasi oleh kelompok yang tidak bekerja, terutama perempuan, sehingga diperlukan penguatan upaya pencegahan, perlindungan, pemberdayaan, dan pendampingan bagi kelompok rentan di masyarakat.

Dati un resursi

Papildus informācija

Lauks Vērtība
Avots -
Autors Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Uzturētājs Devi Dea Prastiwi, S.H.
Versija -
Pēdējā atjaunināšana jūnijs 3, 2026, 08:06 (UTC)
Izveidots jūnijs 3, 2026, 08:05 (UTC)
Definisi Jumlah Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurut Status Pekerjaan Tahun 2025 adalah jumlah individu yang tercatat sebagai korban kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2025 yang disajikan berdasarkan status pekerjaan (bekerja dan tidak bekerja), jenis kelamin, serta wilayah kemantren. Data ini digunakan untuk menggambarkan karakteristik sosial ekonomi korban sebagai dasar penyusunan program pencegahan dan perlindungan.
Klasifikasi - Tidak Bekerja (L) - Tidak Bekerja (P) - Bekerja (L) - Bekerja (P)
Konsep Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurut Status Pekerjaan
Satuan orang
Ukuran Jumlah