﻿_id	No	Nama Data	Produsen Data	Definisi	Satuan	Data 2025
1	1	Indeks Ketahanan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Suatu sistem penilaian tingkat ketahanan pangan suatu wilayah beserta faktor-faktor pendukungnya yang mengacu pada definisi ketahanan pangan dan subsistem yang membentuk sistem ketahanan pangan.	Nilai	72.11
2	2	Persentase ketersediaan pangan (Tersedianya cadangan beras/ jagung sesuai kebutuhan)	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Persen	100.0
3	3	Jumlah Total Produksi Perikanan (Tangkap dan Budidaya) kabupaten/kota (sumber data: one data KKP)	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah Produksi Perikanan tangkap dan budidaya di Kota Yogyakarta pada tahun berkenaan	Persen	166310.0
4	4	Produktivitas per hektar per tahun	Dinas Pertanian dan Pangan	Produktivitas tanaman pangan/padi di Kota Yogyakarta pada tahun berkenaan	Rata-rata ton per hektar per tahun	SIMONEVA
5	5	Persentase Penurunan kejadian dan jumlah kasus penyakit hewan menular (Persentase kasus zoonosis kab/ kota)	Dinas Pertanian dan Pangan	Persentase penurunan jumlah kasus penyakit hewan menular strategis yang terdata melalui hasil pemeriksaan di poliklinik hewan dan hasil monitoring kesehatan hewan  di Kota Yogyakarta dalam satu tahun.	Persen	100.0
6	6	Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Proporsi populasi yang asupan energinya dibawah kebutuhan minimum untuk hidup sehat dan aktif, digunakan untuk memonitor kondisi kerawanan pangan dan gizi	Persen	9.52
7	7	Nilai PDRB sektor pertanian	Dinas Pertanian dan Pangan	Nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh semua kegiatan ekonomi di sektor pertanian dalam suatu wilayah selama periode tertentu	Rupiah	75910000000.0
8	8	Pola pangan Harapan	Dinas Pertanian dan Pangan	Angka yang menggambarkan jumlah dan komposisi atau ketersediaan pangan. Nilai ini diperoleh dari perkalian persentase angka kecukupan energi setiap golongan bahan pangan dengan bobotnya. Jika skor konsumsi pangan mencapai 100, maka wilayah tersebut dikatakan tahan pangan.	""	90.92
9	9	Pendapatan petani dan pelaku usaha perikanan	Dinas Pertanian dan Pangan	total banyaknya sarana penunjang kegiatan pertanian (seperti irigasi, jalan usaha tani, gudang, alsintan, dan sarana pendukung lainnya) yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan, peningkatan produktivitas, serta efisiensi usaha tani sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan	Rupiah	10110038500.0
10	10	Pendapatan petani	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan petani yang mencerminkan keuntungan bersih dari aktivitas usahatani dan menjadi indikator kesejahteraan petani	Rupiah	2219134000.0
11	11	Pendapatan Pelaku Usaha Perikanan	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Rupiah	7890904500.0
12	12	PAD Sektor Pertanian dan Perikanan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah Kota Yogyakarta dari kegiatan Dinas Pertanian dan Pangan meliputi pelayanan di Poliklinik hewan, Rumah Potong Hewan, Penjualan Ikan Hias dan konsumsi di Balai Benih Ikan dan Subraiser, Penjualan Calon Benih padi kebun bibit Tegalrejo, Penjualan bibit tanaman hias dan hortikultura.	Rupiah	699834500.0
13	13	PAD Pertanian	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah Kota Yogyakarta dari kegiatan Dinas Pertanian dan Pangan meliputi Penjualan Calon Benih padi kebun bibit Tegalrejo, Penjualan bibit tanaman hias dan hortikultura.	Rupiah	179207500.0
14	14	PAD Perikanan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah Kota Yogyakarta dari kegiatan Dinas Pertanian dan Pangan meliputi  Penjualan Ikan Hias dan konsumsi di Balai Benih Ikan dan Subraiser	Rupiah	92467000.0
15	15	PAD Kesehatan hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah Kota Yogyakarta dari kegiatan Dinas Pertanian dan Pangan meliputi pelayanan di Poliklinik hewan, Rumah Potong Hewan dan pemakaian mobil angkut daging.	Rupiah	428160000.0
16	16	Nilai reformasi birokrasi Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	"mengukur pelaksanaan dan pencapaian Reformasi Birokrasi level Perangkat Daerah, dengan kriteria:
AA (>90-100) : istimewa
A (>80-90): Sangat baik
BB (>70-80): baik
B (>60-70): cukup baik
CC (>50-60): cukup
C (>30-50): buruk
D (>0-30): sangat buruk"	Nilai	A (88,9)
17	17	Cakupan pengembangan Kawasan Pangan Lestari	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kelurahan yang melakukan kegiatan oleh kelompok masyarakat secara bersama-sama untuk mengusahakan pekarangan sebagai sumber pangan hewani dan nabati secara berkelanjutan dibawah pembinaan Dinas Pertanian dan Pangan	Kelurahan	28.0
18	18	Jumlah kelurahan yang dikembangkan menjadi kawasan pangan lestari	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kelurahan yang melakukan kegiatan oleh kelompok masyarakat secara bersama-sama untuk mengusahakan pekarangan sebagai sumber pangan hewani dan nabati secara berkelanjutan dibawah pembinaan Dinas Pertanian dan Pangan	Kelurahan	28.0
19	19	Cakupan penyediaan infrastruktur pendukung kemandirian pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Infrastruktur pendukung kemandirian pangan adalah berbagai komponen penting yang memastikan produksi, distribusi, dan penyimpanan pangan berjalan lancar. Komponen pendukung kemandirian pangan meliputi pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan hewani dan nabati.	Kelurahan	28.0
20	20	Jumlah Kelurahan yang dikembangkan menjadi Kampung Pangan Lestari	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kelurahan yang melakukan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran, tanaman pangan lokal, dan ternak untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga.	Kelurahan	28.0
21	21	Angka Kecukupan Energi Ketersediaan	Dinas Pertanian dan Pangan	Ukuran yang menunjukkan jumlah energi (dalam kilokalori) yang tersedia untuk dikonsumsi oleh setiap orang dalam suatu populasi selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.	Kkal/kapita/hari	2778.16
22	22	Hasil analisa Neraca Bahan Makanan (NBM)	Dinas Pertanian dan Pangan	"Neraca Bahan Makanan (NBM) adalah tabel yang menyajikan gambaran
menyeluruh tentang penyediaan / pengadaan (supply), penggunaan / pemanfaatan (utilization) pangan di suatu wilayah dalam periode tertentu (dalam kurun waktu satu tahun). NBM menunjukkan ketersediaan bahan pangan untuk setiap komoditas dan olahannya yang lazim dikonsumsi penduduk berdasarkan sumber penyediaan dan penggunaannya."	Kkal/kapita/hari	2778.16
23	23	Persentase aksesibilitas pangan masyarakat	Dinas Pertanian dan Pangan	Pengukuran dan perhitungan rasio aksesibilitas pangan masyarakat yang melibatkan pengumpulan data tentang akses penduduk terhadap ketersediaan dan keterjangkauan pangan	Persen	3.37
24	24	Jumlah penyedia pangan (BPS, Disdag,DPP)	Dinas Pertanian dan Pangan	Prasarana dan sarana penyedia Pangan diasumsikan sebagai tempat penyimpan Pangan (stok Pangan) yang diperoleh dari petani sebagai produsen Pangan maupun dari luar wilayah, yang selanjutnya disediakan bagi masyarakat untuk konsumsi.	Unit	12669.0
25	25	Jumlah penduduk Kota Yogyakarta (BPS)	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah penduduk Kota Yogyakarta.	Jiwa	375770.0
26	26	Persentase cadangan pangan pemerintah daerah	Dinas Pertanian dan Pangan	Persentase jumlah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah yang dikelola oleh Pemerintah Kota Yogyakarta	Persen	100.0
27	27	Jumlah cadangan pangan yang dikelola	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah yang dikelola oleh Pemerintah Kota Yogyakarta	ton	65.05
28	28	Jumlah total cadangan pangan pemerintah Kota Yogyakarta	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah yang dikelola oleh Pemerintah Kota Yogyakarta	ton	65.05
29	29	Angka Konsumsi Energi	Dinas Pertanian dan Pangan	Digunakan untuk mengetahui tingkat kecukupan gizi dan jumlah energi yang dikonsumsi oleh masyarakat dalam periode waktu tertentu untuk perencanaan kebutuhan energi dalam satuan kalori per hari	kkal/kapita/hari	1812.36
30	30	Persentase masyarakat yang memiliki akses penganekaragaman pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Masyarakat yang memiliki akses ke berbagai jenis makanan yang beragam dan bergizi seimbang, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengolahnya	Persen	13.57
31	31	Jumlah masyarakat yang memiliki akses penganekaragaman pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Masyarakat yang memiliki akses ke berbagai jenis makanan yang beragam dan bergizi seimbang, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengolahnya	Orang	600.0
32	32	Jumlah Masyarakat yang Perlu Mendapat Penganekaragaman Pangan (Dinkes)	Dinas Pertanian dan Pangan	Masyarakat yang perlu mendapatkan akses ke berbagai jenis makanan yang beragam dan bergizi seimbang.	Jiwa	4421.0
33	33	Persentase wilayah bebas kerawanan pangan (FSVA)	Dinas Pertanian dan Pangan	Wilayah bebas kerawanan pangan didapatkan dari analisis Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) yang menunjukkan prioritas 1, 2, 3 adalah wilayah rentan rawan pangan dan prioritas 4, 5, 6 adalah wilayah aman pangan.	Persen	84.44
34	34	Jumlah kelurahan di Kota Yogyakarta	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kelurahan di Kota Yogyakarta	Kelurahan	45.0
35	35	Jumlah kelurahan yang rawan pangan prioritas 3 (hasil survei DPP)	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kelurahan rentan rawan pangan prioritas 3 berdasarkan hasil analisis Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA).	Kelurahan	7.0
36	36	Jumlah wilayah rawan pangan prioritas 3	Dinas Pertanian dan Pangan	Kelurahan diklasifikasikan dalam 6 kelompok ketahanan pangan dan gizi berdasarkan pada tingkat keparahan dan penyebab dari situasi ketahanan pangan dan gizi. Kelurahan di Prioritas 1, 2 dan 3 merupakan wilayah rentan pangan dengan klasifikasi Prioritas 1 tingkat rentan pangan tinggi, Prioritas 2 rentan pangan sedang, dan priroritas 3 rentan pangan rendah. Kelurahan di Prioritas 4, 5, dan 6 merupakan wilayah tahan pangan dengan klasifikasi prioritas 4 tahan pangan rendah, prioritas 5 tahan pangan sedang, sedangkan prioritas 6 yaitu tahan pangan tinggi.	Kelurahan	7.0
37	37	Persentase pangan asal tumbuhan yang bermutu dan aman	Dinas Pertanian dan Pangan	Pangan segar asal tumbuhan yang aman untuk dikonsumsi masyarakat Kota Yogyakarta, persesentase didapatkan dari jumlah sampel pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi syarat dibagi dengan total sampel yang diambil dan diuji.	Persen	70.04
38	38	Persentase sampel pangan yang aman	Dinas Pertanian dan Pangan	Pangan segar asal yang aman untuk dikonsumsi masyarakat Kota Yogyakarta, persesentase didapatkan dari jumlah sampel pangan segar  yang memenuhi syarat dibagi dengan total sampel yang diambil dan diuji.	persen	88.4
39	39	Jumlah sertifikasi dan registrasi PSAT	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah pengajuan ijin edar PSAT yang sudah keluar nomor ijin edarnya	persen	25.0
40	40	"Cakupan pengawasan
Pangan Segar Asal
Tumbuhan (PSAT)"	Dinas Pertanian dan Pangan	Pengawasan pangan segar asal tumbuhan dilakukan di 29 Pasar Rakyat yang berada di Kota Yogyakarta, dilakukan  di ritel dan pelaku usaha yang berada di Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dan pengujian terhadap pangan segar asal tumbuhan 500 sampel pertahun. Dilakukan pembinaan terhadap pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan.	Persen	37.17
41	41	Jumlah pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan yang diawasi	Dinas Pertanian dan Pangan	Pengawasan yang meliputi pasar rakyat, ritail dan juga pelau usaha pangan segar asal tumbuhan	unit	210.0
42	42	Jumlah total pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah pelaku pangan segar di pasar rakyat, ritail dan pelaku usaha di Kota Yogyakarta	unit	565.0
43	43	Persentase pangan asal hewan dan perikanan yang bermutu dan aman	Dinas Pertanian dan Pangan	Pangan segar asal hewan dan perikanan yang aman untuk dikonsumsi masyarakat Kota Yogyakarta, persesentase didapatkan dari jumlah sampel pangan segar asal hewan dan perikanan yang memenuhi syarat dibagi dengan total sampel yang diambil dan diuji.	Persen	84.58
44	44	Jumlah sampel pangan asal hewan dan perikanan yang aman	Dinas Pertanian dan Pangan	jumlah sampel pangan segar asal hewan dan perikanan di Kota Yogyakarta yang memenuhi syarat (aman)	sampel	1015.0
45	45	Jumlah sampel pangan asal hewan dan perikanan total	Dinas Pertanian dan Pangan	jumlah total sampel pangan segar asal hewan dan perikanan	sampel	1200.0
46	46	"Cakupan pengawasan Pangan Segar Asal Hewan
dan Pangan Segar Hasil Perikanan (PSAH dan PSHP)"	Dinas Pertanian dan Pangan	Pengawasan pangan segar asal hewan dan perikanan dilakukan di 29 Pasar Rakyat, ritel, dan pelaku usaha yang berada di Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dan pengujian terhadap pangan segar asal hewan dan perikanan sebanyak 1200 sampel pertahun. Pembinaan terhadap pelaku usaha pangan segar asal hewan dan perikanan.	Persen	31.93
47	47	Jumlah pelaku usaha pangan asal hewan dan perikanan yang aman	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah pelaku usaha pangan asal hewan dan perikanan di Kota Yogyakarta yang sudah diambil sampelnya yang memenuhi syarat (aman)	unit	274.0
48	48	Jumlah pelaku usaha pangan asal hewan dan perikanan total	Dinas Pertanian dan Pangan	Total pelaku usaha pangan asal hewan dan perikanan di Kota Yogyakarta yang sudah diambil sampelnya yang memenuhi syarat (aman)	unit	858.0
49	49	Jumlah pengawasan pangan asal hewan dan perikanan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pembinaan terhadap pelaku usaha pangan segar asal hewan dan perikanan di Kota Yogyakarta	Dokumen	1.0
50	50	Jumlah pelaku usaha pangan asal hewan dan hasil perikanan yang memenuhi hygiene sanitasi	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah pelaku usaha pangan asal hewan dan perikanan di Kota Yogyakarta yang sudah diambil sampelnya yang memenuhi syarat (aman)	unit	6.0
51	51	Persentase kenaikan Unit Budidaya Ikan (UBI) yang memenuhi persyaratan teknis	Dinas Pertanian dan Pangan	Pembinaan  pada UBI untuk memenuhi persyaratan teknis, persentase didapatkan dari jumlah UBI yang memenuhi persyaratan teknis dibagi jumlah UBI yang terbina sampai dengan tahun 2030 dikali 100%	Persen	10.0
52	52	UBI yang memenuhi persyaratan teknis	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah UBI (Unit Budidaya Ikan) yang memenuhi persyaratan teknis ( UBI yang sudah memiliki Sertifikat CBIB dan atau CPIB, surat keterangan Pra CBIB dan atau Pra CPIB dari DPP)	unit	10.0
53	53	UBI yang terbina (target sampai dengan tahun 2030)	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah UBI (Unit Budidaya Ikan) yang terbina sampai dengan tahun 2030	unit	100.0
54	54	Persentase UBI yang terbina	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendampingan dan pembinaan kelompok pembudidaya ikan untuk memenuhi persyaratan teknis budidaya ikan	Persen	60.0
55	55	Capaian UBI yang terbina sampai dengan tahun berjalan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah UBI (Unit Budidaya Ikan) yang terbina sampai dengan tahun berjalan	Unit	60.0
56	56	UBI yang terbina sampai dengan tahun 2030	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah UBI (Unit Budidaya Ikan) yang terbina sampai dengan tahun 2030	Unit	100.0
57	57	PAD perikanan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang berasal dari hasil penjualan produksi benih ikan di BBI dan Sub Raiser	Rupiah	92467000.0
58	58	PAD Balai Benih Ikan Hias dan Sub Raiser	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah pendapatan yang berasal dari hasil penjualan produksi benih ikan hias di BBI Nitikan dan Sub Raiser	Rupiah	56429500.0
59	59	PAD Balai Benih Ikan Konsumsi	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah pendapatan yang berasal dari hasil penjualan produksi benih ikan konsumsi di BBI Mendungan	Rupiah	36037500.0
60	60	Produksi Benih Ikan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah Produksi benih Ikan Hias ditambah Ikan Konsumsi	Rupiah	166310.0
61	61	Produksi benih ikan hias	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah produksi benih ikan hias di BBI Nitikan dan Sub Raiser	Rupiah	115898.0
62	62	Produksi benih ikan konsumsi	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah  produksi benih ikan konsumsi di BBI Mendungan	Rupiah	50412.0
63	63	Persentase kenaikan UPI yang memenuhi persyaratan teknis	Dinas Pertanian dan Pangan	"Pembinaan  pada UPI untuk memenuhi persyaratan teknis. 
Persentase didapatkan dari jumlah UPI yang memenuhi persyaratan teknis dibagi jumlah UPI yang terbina sampai dengan tahun 2030 dikali 100%"	persen	28.57
64	64	UPI yang memenuhi persyaratan teknis	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah UPI (Unit Pengolahan Ikan) yang memenuhi persyaratan teknis (UPI yang sudah memiliki sertifikat SKP dan atau Surat Keterangan Pra-SKP dari DPP)	Unit	6.0
65	65	UPI yang terbina sampai dengan tahun 2030	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah UPI (Unit Pengolahan Ikan) yang terbina sampai dengan tahun 2030	Unit	21.0
66	66	Persentase cakupan pembinaan UPI	Dinas Pertanian dan Pangan	Pembinaan UPI dalam 1 tahun, meliputi Anjangsana Penyuluh/Aktivitas Lapangan/Monitoring/Bimtek/Demplot/Kaji Terap)	Persen	33.33
67	67	Capaian UPI yang terbina sampai dengan tahun berjalan	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Unit	7.0
68	68	UPI yang terbina sampai dengan tahun 2030	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Unit	21.0
69	69	Persentase petani sawah yang telah menggunakan pupuk sesuai aturan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah petani sawah yang menggunakan pupuk sesuai aturannya	Persen	100.0
70	70	Jumlah petani sawah yang menggunakan pupuk sesuai aturan	Dinas Pertanian dan Pangan	Banyaknya petani sawah yang dalam kegiatan usahataninya melakukan pemupukan sesuai dengan dosis, jenis, waktu, dan cara aplikasi yang dianjurkan oleh penyuluh pertanian	orang	99.0
71	71	Jumlah total petani sawah	Dinas Pertanian dan Pangan	masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan secara aktif mengusahakan lahan sawah untuk kegiatan bercocok tanam dalam suatu wilayah tertentu pada periode waktu tertentu	orang	99.0
72	72	Cakupan pengawasan penggunaan sarana pertanian	Dinas Pertanian dan Pangan	Persentase jumlah petani sawah yang mendapatkan pupuk bersubsidi	Persen	100.0
73	73	Jumlah petani sawah yang mendapatkan pupuk bersubsidi	Dinas Pertanian dan Pangan	Total petani sawah yang tercatat dan menerima pupuk dengan harga subsidi dari pemerintah sesuai ketentuan pada periode tertentu	orang	99.0
74	74	Jumlah petani sawah yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah petani sawah yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi adalah jumlah petani sawah yang tercatat dalam sistem (eRDKK) sesuai dengan ketentuan mengenai penerima pupuk bersubsidi, baik dari sisi luas lahan, komoditas, maupun status keanggotaan kelompok tani	orang	99.0
75	75	PAD pertanian	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari hasil kebun Hortikultura, KPNP dan Kebun Tegalrejo	Rupiah	179207500.0
76	76	PAD Kebun Plasma Nutfah Pisang	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang berasal dari penjualan bibit tanaman pisang hasil kultur jaringan, bibit tanaman pisang dari kebun KPNP dan hasil buah kebun pisang	Rupiah	67587000.0
77	77	PAD Kebun Hortikultura	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan Asli Daerah yang berasal penjualan bibit tanaman hasil kebun Hortikultura	Rupiah	41876000.0
78	78	PAD Kebun Bibit Tegalrejo	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan Asli Daerah yang berasal penjualan benih padi hasil kebun bibit tegalrejo	Rupiah	69744500.0
79	79	Jumlah produksi benih padi Kebun Tegalrejo	Dinas Pertanian dan Pangan	Produksi benih padi yang dihasil dari Kebun Tegalrejo	Rupiah	19927.0
80	80	Jumlah produksi benih tanaman Kebun Plasma Nutfah Pisang dan Kebun Hortikultura	Dinas Pertanian dan Pangan	Produksi benih tanaman Kebun Plasma Nutfah Pisang dan Kebun Hortikultura	Rupiah	10532.0
81	81	Produksi benih tanaman Kebun Plasma Nutfah Pisang	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Rupiah	SIMONEVA
82	82	Produksi benih tanaman Kebun Hortikultura	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Rupiah	SIMONEVA
83	83	Persentase hasil pengawasan peredaran obat hewan yang sesuai peraturan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pengawasan peredaran obat hewan meliputi pemeriksaan fisik sesuai dengan peraturan, persentase didapatkan dari jumlah obat hewan yang sesuai peraturan dibagi dengan jumlah sampel obat hewan yang diawasi di kali 100.	Persen	22.6
84	84	Jumlah obat hewan yang sesuai peraturan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah obat hewan hasil pengawasan yang sesuai peraturan	sampel	113.0
85	85	Jumlah sampel obat hewan yang diawasi	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah sampel obat hewan yang diawasi dalam setahun sejumlah 500 sampel	sampel	500.0
86	86	Cakupan pengawasan peredaran obat hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pembinaan dan Pengawasan unit pengecer obat hewan untuk memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundangan yang berlaku	Persen	85.0
87	87	Jumlah unit pengecer obat hewan yang dibina dan diawasi di tahun berjalan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah unit pengecer obat hewan di Kota Yogyakarta yang dibina dan diawasi di tahun berjalan	unit	51.0
88	88	Jumlah unit pengecer obat hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah unit pengecer obat hewan di Kota Yogyakarta	unit	60.0
89	89	Persentase prasarana pertanian yang memadai	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah prasarana pertanian yang berfungsi dengan baik	Persen	SIMONEVA
90	90	Jumlah prasarana yang berfungsi baik	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah prasarana yang tersedia dan dapat digunakan sesuai fungsi utamanya tanpa mengalami kerusakan berarti, sehingga masih layak pakai serta mendukung kegiatan yang direncanakan	unit	SIMONEVA
91	91	Jumlah prasarana yang dimiliki	Dinas Pertanian dan Pangan	Sarana dan prasarana pertanian yang tercatat atau tersedia pada suatu wilayah/kelompok tani dalam periode waktu tertentu, baik yang dimiliki sendiri maupun yang dikelola	unit	SIMONEVA
92	92	Persentase prasarana pertanian yang telah tersedia	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah prasarana pertanian yang berfungsi dengan baik	Persen	SIMONEVA
93	93	Jumlah prasarana pertanian yang telah tersedia	Dinas Pertanian dan Pangan	Keseluruhan sarana dan prasarana pertanian yang sudah ada dan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian, baik berupa bangunan fisik, infrastruktur, maupun fasilitas penunjang lainnya	unit	SIMONEVA
94	94	Jumlah prasarana yang dibutuhkan	Dinas Pertanian dan Pangan	total banyaknya sarana penunjang kegiatan pertanian (seperti irigasi, jalan usaha tani, gudang, alsintan, dan sarana pendukung lainnya) yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan, peningkatan produktivitas, serta efisiensi usaha tani sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan	unit	SIMONEVA
95	95	Cakupan wilayah yang terkendali wabah PHMS	Dinas Pertanian dan Pangan	Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang ditetapkan Kementrian Pertanian Nomor 121/KPTS/PK320/M/03/2023 berjumlah 21 Jenis (18 Jenis sudah ada di Indonesia, 3 jenis belum ada di Indonesia). Persentase didapat dari jumlah wilayah yang terkendali dari wabah PHMS dibagi jumlah wilayah di Kota Yogyakarta dikali 100.	Persen	100.0
96	96	Jumlah kemantren yang terkendali dari wabah PHMS	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kemantren yang terkendali dari wabah PHMS	Kemantren	14.0
97	97	Jumlah seluruh kemantren di Kota Yogyakarta	Dinas Pertanian dan Pangan	14 (TEGALREJO, JETIS, GONDOKUSUMAN, DANUREJAN, GEDONGTENGEN, NGAMPILAN, WIROBRAJAN, MANTRIJERON, KRATON, GONDOMANAN, PAKUALAMAN, MERGANGSAN, UMBULHARJO, KOTAGEDE)	Kemantren	14.0
98	98	Cakupan penerapan penjaminan kesehatan hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang ditetapkan Kementerian Pertanian Nomor 121/KPTS/PK320/M/03/2023 berjumlah 21 Jenis (18 Jenis sudah ada di Indonesia, 3 jenis belum ada di Indonesia). Persentase didapat dari jumlah PHMS yang terkendali dibagi jumlah PHMS yang ditetapkan Kementerian Pertanian Nomor 121/KPTS/PK320/M/03/2023 di kali 100.	Persen	100.0
99	99	Jumlah PHMS yang terkendali	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah PHMS yang terkendali	Jenis	21.0
100	100	Jumlah PHMS yang ditetapkan Kementrian Pertanian	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah PHMS yang ditetapkan Kementrian Pertanian yaitu 21 jenis	Jenis	21.0
101	101	PAD kesehatan hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang berasal dari pelayanan jasa medik veteriner di Poliklinik Hewan, jasa Pemotongan Hewan di RPH Giwangan dan pemakaian mobil angkut daging	Rupiah	428160000.0
102	102	PAD Poliklinik Hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang berasal dari pelayanan jasa medik veteriner di Poliklinik Hewan	Rupiah	352070000.0
103	103	PAD Rumah Pemotongan Hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	Pendapatan yang berasal dari pelayanan jasa Pemotongan Hewan di RPH Giwangan dan pemakaian mobil angkut daging	Rupiah	76090000.0
104	104	Jumlah Pelayanan Jasa Medik Veteriner di Poliklinik Hewan	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Rupiah	47276.0
105	105	Jenis Pelayanan Pemotongan Hewan di RPH	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Rupiah	SIMONEVA
106	106	Cakupan wilayah yang terkendali bencana zoonosis prioritas	Dinas Pertanian dan Pangan	Zoonosis Prioritas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2023 tentang Pelayanan Minimal Zoonosis Prioritas Di Wilayah Kabupaten/Kota antara lain Rabies, Anthrax, AI, Leptospirosis, Brucellosis. Persentase didapat dari jumlah wilayah yang terkendali dari bencana zoonosis prioritas dibagi jumlah wilayah di Kota Yogyakarta dikali 100.	Persen	100.0
107	107	Jumlah kemantren yang terkendali dari bencana zoonosis prioritas	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kemantren yang terkendali dari bencana zoonosis prioritas	Kemantren	14.0
108	108	Jumlah kemantren di Kota Yogyakarta	Dinas Pertanian dan Pangan	14 (TEGALREJO, JETIS, GONDOKUSUMAN, DANUREJAN, GEDONGTENGEN, NGAMPILAN, WIROBRAJAN, MANTRIJERON, KRATON, GONDOMANAN, PAKUALAMAN, MERGANGSAN, UMBULHARJO, KOTAGEDE)	Kemantren	14.0
109	109	Cakupan pengendalian kasus zoonosis prioritas	Dinas Pertanian dan Pangan	Zoonosis Prioritas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2023 tentang Pelayanan Minimal Zoonosis Prioritas Di Wilayah Kabupaten/Kota antara lain Rabies, Anthrax, AI, Leptospirosis, Brucellosis. Persentase didapat dari jumlah kasus zoonosis prioritas yang terkendali dibagi jumlah zoonosis prioritas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2023 tentang Pelayanan Minimal Zoonosis Prioritas Di Wilayah Kabupaten/Kota dikali 100.	Persen	100.0
110	110	Jumlah zoonosis prioritas yang terkendali	Dinas Pertanian dan Pangan	zoonosis prioritas dalam standar pelayanan minimal zoonosis prioritas yang terkendali	Jenis	5.0
111	111	Jumlah zoonosis prioritas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian	Dinas Pertanian dan Pangan	zoonosis prioritas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian yang termasuk dalam standar pelayanan zoonosis Prioritas di Kabupaten/Kota	Jenis	5.0
112	112	Persentase kelompok tani yang menghasilkan omzet dari usaha tani	Dinas Pertanian dan Pangan	Kelompok tani yang menghasilkan omzet dari kegiatan usaha taninya	Persen	21.31
113	113	Jumlah kelompok tani yang menghasilkan omzet dari usaha tani	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kelompok tani pada tahun berjalan yang dalam kegiatan usahanya (usaha tani tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, atau usaha tani lainnya) berhasil memperoleh pendapatan (omzet) dari hasil penjualan produk/jasa usaha taninya, baik dalam bentuk penjualan langsung maupun tidak langsung	kelompok	65.0
114	114	jumlah kelompok tani Kota Yogyakarta di tahun berjalan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah keseluruhan kelompok tani yang tercatat, aktif, dan diakui secara resmi oleh pemerintah di wilayah Kota Yogyakarta pada tahun berjalan	kelompok	305.0
115	115	Persentase peningkatan kenaikan kelas kelompok tani	Dinas Pertanian dan Pangan	proporsi kelompok tani yang mengalami peningkatan kelas (misalnya dari kelas pemula ke madya, madya ke utama, atau utama ke mandiri) dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan jumlah total kelompok tani yang ada.	Persen	6.89
116	116	Jumlah kelompok tani yang mengalami kenaikan kelas kelompok	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah kelompok tani yang berhasil naik peringkat atau strata dari kelas sebelumnya ke kelas yang lebih tinggi dalam periode tertentu, sesuai dengan hasil penilaian atau evaluasi kelembagaan kelompok tani	Kelompok	21.0
117	117	Jumlah kelompok tani pada tahun berjalan	Dinas Pertanian dan Pangan	Akumulasi jumlah kelompok tani yang ada hingga tahun berjalan, baik kelompok yang sudah terbentuk pada tahun-tahun sebelumnya maupun kelompok yang baru terbentuk pada tahun tersebut	Kelompok	305.0
118	118	"Nilai SAKIP Dinas Pertanian dan Pangan
"	Dinas Pertanian dan Pangan	"mengukur akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, dengan kriteria:
AA (nilai >90-100)
A (Nilai >80-90)
BB (Nilai >70-80)
B (Nilai >60-70)
CC (Nilai >50-60)
C (nilai >30-50)
D (Nilai >0-30)"	Nilai	A (85.76)
119	119	Nilai SPIP Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	"mengukur akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, dengan kriteria:
AA (nilai >90-100)
A (Nilai >80-90)
BB (Nilai >70-80)
B (Nilai >60-70)
CC (Nilai >50-60)
C (nilai >30-50)
D (Nilai >0-30)"	Nilai	SIMONEVA
120	120	"Nilai Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM) Dinas
Pertanian dan Pangan"	Dinas Pertanian dan Pangan	"mengukur akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, dengan kriteria:
AA (nilai >90-100)
A (Nilai >80-90)
BB (Nilai >70-80)
B (Nilai >60-70)
CC (Nilai >50-60)
C (nilai >30-50)
D (Nilai >0-30)"	Nilai	82.67
121	121	Persentase ketepatan penyusunan perencanaan, evaluasi dan pelaporan Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah dokumen perencanaan, evaluasi dan pelaporan DPP yang disusun tepat waktu dibagi jumlah dokumen perencanaan, evaluasi dan pelaporan yang wajib disusun dikali 100%	Persen	100.0
122	122	Jumlah Dokumen perencanaan, evaluasi dan pelaporan DPP yang disusun tepat waktu	Dinas Pertanian dan Pangan	""	""	SIMONEVA
123	123	Jumlah Dokumen perencanaan, evaluasi dan pelaporan DPP yang wajib disusun	Dinas Pertanian dan Pangan	""	""	SIMONEVA
124	124	Persentase ketersediaan data statistik sektoral Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah data statistik yang disediakan sesuai ketentuan dibagi jumlah data statistik sektoral	Persen	81.99
125	125	Jumlah Data statistik yang disediakan sesuai ketentuan	Dinas Pertanian dan Pangan	""	""	560.0
126	126	Jumlah Data statistik sektoral	Dinas Pertanian dan Pangan	""	""	683.0
127	127	Nilai Penguatan Keuangan dan Aset Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	"Mengukur kualitas laporan 
keuangan Perangkat Daerah
dengan kriteria:
Nilai 5: Sangat Baik
Nilai 3 – 4: Baik
Nilai 1 – 2: Sedang 
Nilai 0: Buruk"	Nilai	5.0
128	128	Nilai Indeks Profesionalitas ASN Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	""	""	86.13
129	129	Hasil Penilaian Pengawasan Arsip Administrasi Umum Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Nilai	86.37
130	130	Persentase Rencana Pengadaan yang diumumkan pada SIRUP Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	Jumlah belanja Dinas Pertanian dan Pangan yang diinputkan pada SIRUP dibagi Jumlah belanja pada DPA Dinas Pertanian dan Pangan dikali 100%	Persen	100.0
131	131	Jumlah belanja Dinas Pertanian dan Pangan yang diinputkan pada SIRUP	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Rupiah	SIMONEVA
132	132	Jumlah belanja pada DPA  Dinas Pertanian dan Pangan	Dinas Pertanian dan Pangan	""	Rupiah	SIMONEVA
